Tema : Hilang
Namanya Lekong, Pasien termuda di tempat ini. Aku adalah dokter khusus yang menanganinya. Beberapa minggu yang lalu orang tua Lekong mengantarkannya kesini. Mereka sepertinya jijik dengan Lekong, terlihat begitu bahagia bisa bebas terlepas dari anak muda pendiam ini.
Aku menerimanya dengan tangan terbuka. Suatu aturan Rumah sakit yang harus kutaati, yaitu semua biaya perawatan adalah Cuma-Cuma untuk warga yang kurang mampu. Rumah sakit ini memang khusus untuk orang-orang tak berduit, dan itu adalah salah satu alasanku mengabdikan diri di sini.
Aku termasuk Dokter baru, dan Lekong adalah pasien pertamaku. Lekong adalah seorang pasien yang mengalami gangguan mental akibat lingkungan yang tak mendukung dirinya. Persepsi negatif yang selalu ia terima membuat dia merasa tidak dapat menjadi manusia seutuhnya. Fisik Lekong memang lelaki, namun dari gerakan tubuhnya begitu kemayu.
Dia sadar akan hal itu, namun penolakan oleh lingkungan bahkan orang tuanya sendiri membuat ia ingin menjadi pribadi lain. Dia ingin kuat, layaknya superhero agar tidak dapat dilecehkan. Dia ingin dapat berbicara tegas agar tidak ada lagi tawa dari teman sebayanya. Setelah semua usahanya ia rasa sia-sia, ia akan mulai menangis histeris. Itulah yang dilakukannya tiap hari.
***
“Apa? operasi?” Tanyaku kaget.
“kamu disini hanya Dokter bau kencur. Gak ngerti apa-apa!”
“Pak, Lekong hanya sakit psikis, not brain problem!”
“Ini adalah keputusan!”
“Pak, Lekong bisa disembuhkan tanpa operasi. Saya bisa jamin kok!”
“Cukup!! Besok Lekong akan tetap dioperasi!” teriak Dokter Charles sambil berlalu dengan cepat.
Aku benar-benar tidak mengerti keputusan Rumah sakit ini. “Aku harus menyelidikinya!” kata batinku.
Aku cepat-cepat menuju ruang Operasi yang terpampang tulisan “HANYA DOKTER YANG TERDAFTAR YANG BOLEH MASUK!” Diruang tersebut sudah berdiri dua security yang siap memeriksa identitas siapa saja yang akan masuk. Aku menyerahkan tanda pengenalku, dan dengan segera mereka me-scan pengenalku.
Beberapa detik setelah sinar itu merespon goresan hitam pada pengenalku, tanda warning dan alarm menyala. Aku panik. Keringat keluar dari keningku.Secepat kilat dua penjaga itu sudah menggenggam tanganku. Mereka menyeretku keluar. Aku meronta. Berteriak keras. Ternyata penjaga itu tidak hanya menyeretku keluar ruangan, tetapi memasukkanku di sel ruang pasien.
“aku tidak gila!” teriakku
***
Ternyata mereka begitu cerdas, dengan memvonisku menjadi gila akan membuat omonganku hanya bualan. Pembelaanku sekedar mekanisme pertahanan diri. Dan fakta yang kuucapkan cuma omong kosong orang gila.
Sudah Sebulan aku telah mendekap di sel pasien ini. Ternyata, ini bukan rumah sakit. Ini adalah Ruang praktek Iblis yang ingin menguasai bumi. Penguasa yang menginginkan pasukan tanpa rasa kasihan, rasa sakit, dan empati.
Sungguh biadab, mereka melakukan operasi otak kepada pasien sakit jiwa yang kurang mampu. Yang tidak punya keluarga, atau ditinggal oleh orang-orang yang mereka cintai. Para Dokter akan menyetrum mereka, kemudian menembus mata mereka dengan pemecah es, menarik beberapa serat syaraf di otak, sehingga membuat mereka lebih patuh, penurut. Ini sebuah penyiksaan.
Aku tersadar, bahwa rasa sakit sebenarnya bukanlah dari tempat yang tersakiti. Akan tetapi organ otaklah yang merespon semua rasa itu. Dan bagaimana jika mereka dapat menguasai otak semua pasiennya? Aku tak dapat membayangkan, manusia-manusia baru buatan Rumah sakit ini akan hidup tanpa rasa sakit, cinta, simpati, dan empati. “Dan bagaimana nasibmu sekarang Lekong. Kau telah menghilang!”
***
Inilah hari dimana sebentar lagi aku akan hilang dari dunia ini. Hari dimana jiwaku akan hilang, terganti menjadi jiwa yang hampa tanpa rasa. Hari ini, memoriku akan hilang entah kemana. Kenangan dengan anak-anakku, orang tuaku, cinta istriku, dan tentunya lekong, yang semua telah menghilang dan meninggalkanku juga akan lenyap dihari ini. Inilah hari operasi lobotomiku. Penyiksaan akan segera dimulai!
Kudengar suara langkah perawat mendekatiku. Aku sudah tidak heran mendengar sapaanya. Dengan manis dia berkata lembut !
“Lekong! Waktunya pembedahan sudah tiba!”
***
#15harimenulisdiblog
@hurufkecil

3 komentar:
Sedikit membingungkan...
hehehe...
Tapi keren.... :)
Makasih @Noer dah mampir...
Iya, emang genre thriller psikologis. Jadi sedikit membingungkan.
Jadi tidak pernah ada dokter baru itu. Dialah lekong! pasien sakit jiwa di rumahsakit itu, semua ceritanya hanya imaginasi atau khayalan yang diciptakan oleh lekong sendiri....
Tapi Keren Mas...
Membuat pembaca harus berfikir lebih dalam tentang isi dan maksud ceritanya...
Hehehe...
Sukses buat semua tulisannya...
Post a Comment