Aku divonis gagal ginjal di 23 tahun umurku


Masih terngiang di telingaku suara dokter di Rumah Sakit Karawang tempatku bekerja. Begitu mengejutkan ku, aku divonis gagal ginjal di usia yang masih muda. Aku merasakan kecemasan, mengingat kadar racun sisa metabolisme tubuh (ureum dan creatinin) dalam darahku sudah menunjukkan level tinggi.  Aku coba untuk tetap tegar dan bersikap sewajarnya, tetapi sepertinya gagal. Dia hanya berkata bahwa aku harus cuci darah untuk dapat menyambung hidup. Masih ku coba untuk tenang, Namun ketakutan ku tidak dapat ku hindari, aku sedih dan tergoncang. "Aku harus kuat," batinku menenangkan diri sendiri, aku tidak ingin terlihat lemah. Itulah yang selalu ku perlihat kan pada semua orang dan aku rasa berhasil.
Aku tidak merasakan gejala
aku berada di rumah sakit rujukan perusahaan. Rumah sakit yang tidak terlalu besar ini awalnya adalah rumah sakit bersalin, maklum untuk mendapatkan jasa bebas biaya aku harus memilih rumah sakit yang di tunjuk oleh perusahaan. Pergi periksa pun karena paksaan dari dokter, aku memang merasa sehat saat itu. Hanya terkadang kakiku sering kram dan merasa seperti kesemutan seluruh tubuh. Mungkin tidak perlu opname, cukup dengan obat jalan, pikirku. Tetapi, ada ketakutan dari hati, karena sudah dua minggu kram dan rasa lelah yang sangat tidak dapat ku hindarkan. Untuk mengurangi kram aku mengkonsumsi vitamin untuk tulang dan menaikkan asupan kalium dan kalsium. Aku juga menelan pil vitamin B complex dengan dosis tinggi untuk meringankan kesemutan yang kurasakan disekujur tubuhku. Tetapi hasilnya nihil, tidak ada pengaruh positif obat yang kurasakan. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk di opname.
Di Rumah sakit , aku langsung di pasangkan selang Oksigen karena saturasi oksigen dalam tubuhku rendah, itu pun langsung aku lepas tanpa sepengetahuan perawat. Aku tidak ingin terlihat seperti orang yang sakit parah, dan memang saat itu aku belum tahu sakitku. Setelah rekam jantuing, Bagian laboratorium langsung mengambil sampel darah, urine, dan fesesku. Tepat pukul 17.00 aku dipindahkan di bangsal kelas dua jatah dari perusahaan, sekaligus untuk menunggu hasil laboratorium. "Ya, Alloh semoga tidak ada yang parah," doaku dalam hati.
Harus rutin hemodialisa (cuci darah)
Gagal ginjal atau mengalami kerusakan ginjal mengharuskan penderitanya untuk melakukan hemodialisa secara rutin. Hal ini disebabkan ginjal mengalami penurunan fungsi, karena sudah tidak mampu lagi menyaring darah dari sisa-sisa metabolisme. Ternyata bukan hanya sebagai penyaring darah dari zat-zat sisa metabolisme, fungsi ginjal juga memproduksi hormon untuk pembentukan sel darah merah, mengatur tensi darah, dan berperan dalam pengaturan distribusi kalsium ke tulang. Jika ginjal sudah tidak sehat, semua proses itupun akan terganggu. Jadi kram yang ku alami sebelumnya adalah karena transfer kalsium di dalam tulangku berkurang dan kesemutan seluruh tubuhku disebabkan oleh hemoglobin dalam darahku rendah. Hal ini tidak ada difikiranku sebelumnya, tidak ada kecurigaan bahwa ginjalku ada masalah.
Cuci darah adalah proses penyaringan darah dari air dan zat-zat sampah, seperti proses yang dilakukan oleh ginjal. Penderita gagal ginjal tidak lagi mampu memisahkan  air dalam darahnya sehingga kadang membuat tubuh penderita menjadi besar seperti bengkak-bengkak. Untuk menghindari itu, Penderita wajib mengontrol asupan cairan ke tubuhnya. Fungsi Ginjal juga mampu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, jika tubuh kelebihan cairan maka ginjal akan menyaring cairan tersebut dan membuangnya dalam bentuk urine. Bagi Penderita, karena ginjal sudah rusak, maka urine yang di produksipun sedikit.
Sekarang aku ikhlas dan pasrah
Aku masih lugu dan polos dan belum mengetahui betul penyakitku ini. Aku masih menganggap mungkin hanya perlu cuci darah sebulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Ternyata fakta menyebutkan bahwa kadar racun (creatinin) dalam tubuhku walaupun sudah di cuci masih terlalu tinggi ( sekarang : 7,00 mg/dl untuk normalnya 0,6-1,2 mg/dl ) kalau belum dicuci 19,3 mg/dl. Angka itu menunjukkan bahwa aku adalah penderita gagal ginjal terminal yang harus melakukan cuci darah seumur hidup kalau mau bertahan hidup.
Aku tidak terima dengan penyakit ini, aku belum bisa ikhlas. Bayangkan, aku adalah orang yang ceria dan aktif dikalanganku. Dari semenjak mahasiswa aku telah mengikuti berbagai organisasi dan di lingkungan kerja aku juga banyak mengikuti club dan menjadi penanggung jawab berbagai project. Aku sangat bersyukur dengan itu, aku juga selalu memiliki planning jangka panjang untuk mengatur hidupku. Termasuk karier dan berumah tangga, walaupun usiaku masih 23 tahun. Tetepi, tiba-tiba semua seperti hancur dan musnah. tidak hanya itu, sekarang aku harus cuti bekerja dan pulang ke kampung halaman. Hari-hari ku lalui di rumah tanpa kegiatan karen rasa lemah dan lesu akibat anemia yang tidak dapat ku hindari. Aku juga harus melupakan planning dan kegitan harianku yang selalu terjadwal. Jogingsetelah subuh, badminton, renang dan karaoke tiap weekend sekarang sudah harus ku lupakan.

Yang benar-benar menyiksaku adalah aku dilarang minum banyak. Padahal, aku adalah pecinta air putih, dan kuat meminum banyak. Kalau tidak minum sebentar, terasa kering dan dehidrasi. Aku diharuskan minum sesuai urine yang ku keluarkan, sehari sekitar satu setengah gelas kecil. Tetapi, terkadang aku melanggar aturan karena sangat tidak nyaman.  Sekarang dehidrasi akut selalu kurasakan, kulitku menjadi bersisik dan kering. Penampilanku sudah berbeda 180 derajat, Tidak tega aku melihat potret diriku sekarang, karena beratku turun drastis 9 kg ( dari 68 kg menjadi 59 kg), rambutku rontok, bisa dibilang penampilanku semakin parah.

Peringatan dokter aku harus menghindari konsumsi buah, boleh beberapa yang mengandung kalium dan natrium rendah. Dan aku benar-benar menghindarinya. Dulu setiap sebelum makan aku pasti makan buah walau hanya sedikit, karena aku memang sangat menyukai kesegaran buah-buahan dan tentunya manfaatnya. Kini aku merasakan hidupku benar-benar terbalik. Hanya dirumah, menulis dan membaca, terkadang merasa sepi dan bosan, tetapi aku harus ikhlas dan sabar.
Itulah kira-kira mindsite ku sebulan atau dua bulan yang lalu. Selalu mengeluh dan mengeluh. Tapi kini, aku ikhlas. Aku percaya bahwa semua yang terjadi adalah kehendakNya dan aku harus menerimanya. Bukankah Tuhan, selalu memberikan yang terbaik buat kita. Dan rencanaNya ini merupaakan jalan terindah yang kurasakan. Setiap penyakit ada obatnya, Alloh yang memberi penyakit ini dan hanya Alloh jua lah yang mampu menyembuhkannya. Aku percaya dan akan selalu percaya.

6 komentar:

Anonymous said...

Kadang kita tidak bisa berpikir sehat ketika Allah SWT Menguji kita,tapi ingatlah,Allah SWT tidak akan pernah mengambil keuntungan dari kita,Allah SWT Membutuhkan kita,bukan untuk kepentingaNya,tpi untuk kepentingan kita

Sayfullan said...

Iya. Terimakasih supportnya ya! Semangat! :D

scam said...

klo masih butuh ginjal hubungi gw aj.081932002645

Anonymous said...

####################################
(RALAT) mohon maaf sblmya sya mau donor ginjal gol darah AB+ domisili malang 34 thn hp 081 333 851 444
##################################################################
(RALAT) mohon maaf sblmya sya mau donor ginjal gol darah AB+ domisili malang 34 thn hp 081 333 851 444
##################################################################
(RALAT) mohon maaf sblmya sya mau donor ginjal gol darah AB+ domisili malang 34 thn hp 081 333 851 444
##############################

Unknown said...

Allah SWT pasti akan memberikan ganjaran atas musibah apapun meskipun itu hanya tertusuk duri. aku percaya sakitmu itu penghapus dosamu mas, asalkan kamu ikhlas menjalaninya.
aku pernah mendengar ayat Al-Quran yang intinya, 'di balik apa yang kamu tidak suka Allah telah merencanakan sesuatu yang terbaik untukmu'.
semangat mas, biarlah fisikmu berubah. tapi jangan sampai keceriaan berubah menjadi murung. :)

Unknown said...

kalau boleh tau ini kisah nyata yah???tapi apapun yang terjadi semangatlah,allah pasti tlah merencanakan yg terbaik untukmu

Post a Comment