Pepe
Karakter pionir gemes yang satu ini emang agak lain daripada yang lain. Selain orangnya pendiam, dia juga gampang untuk diintimidasi. Namun, jika sudah punya kemauan, dia akan melakukan apa saja agar semua terwujud. Hal yang menuerut gue unik dari pepe adalah Sejarah pemberian nama nya. Kesalah pahaman bapak pepe yang membuat dia harus menyandang nama yang sungguh menggelikan ini. Suatu hari gue tanya dia mengenai arti nama “pepe”.
“pe, nama loe kok saru banget sih!” tanya gue suatu hari sambil garuk-garuk pantat
“eh, jangan salah loe! Ni nama ade sejarahnye! Dasar otak loe aje yang mesum!” protes pepe
“wah, boljug tuh! Emang gimana ceritanye? Pasti gak jauh dari itu tuh!” goda gue sekarang sambil korek-korek lubang hidung
“ngeres aje ye pikiran loe! Dasar sarufull!” kata pepe kesal
“ayo dong pe, ceritain ke gue!” paksa gue sambil ngibas-ngibasin upil hidung yang berhasil gue raih
“tapi jangan bilang siapa-siapa ye!”
“iye! Janji deh!” mengulurkan telunjuk bekas korek upil gue
Kami pun sepakat dan melakukan ritual kesepakatan dengan menyatukan telunjuk kami berdua kayak sepasang sejoli yang sedang berjanji hidup semati.
Lokasi : Rumah Pepe di jalan Jotang-jating tutup no 23
Akhirnya sejarah misteri nama pepe terkuak sudah. Di tahun 1987, bu Paijem mengandung tua, Bapak Sembut sang suami mulai sibuk mempersiapkan kelahiran anak pertama mereka. Semua telah di persiapkan nya dengan sangat rapi, Dia begitu gugup menanti kelahiran bayi nya. Maklum, anak pertama. Akhirnya peristiwa itu terjadi, bu Paijem mulai mules-mules. Pak Sembut mulai grogi, langsung aja dia menuntun istri nya ke WC.
“ayo ma, keluarin!” dengan semangat 45
“pak, aku tuh mules mo ngelahirin bukan mo bokeeerrr!!”
“oh, ngomong dong ma!”
“aduh perut ku sakit ah,,,pa perut,,,, perut ku sakit!”
“aku telepon dukun beranak sekarang ma!”
“aduh pa,,gak tahan,,uh,,ah,,ih,,oh,,,yes,,,no,,,yes,,,no,,,yes,,,!” teriak penuh desahan
“mama, kok teriak nya gitu! Papa jadi pengen nih!”
“pa sakit perut mama, sakit pa,,,huh,,ih,,,yes,,,no,,,oh,,,yes,,,no,,yes,,,ih,,,!” dengan suara yang mulai tersenggal-senggal dan tidak jelas
“apa nya yang sakit ma?”
“pe,,pe,,pe,,,pe,,pe,,” lemah dan tidak mampu melanjutkan kata pe,,,ruuut!
“pepe mama sakit?” sambil membuka daster dan membuka CD Bu Paijem
“cepat!,,pe,,pe,,pe,,pe,,!” dengan nafas tersenggal-senggal, belum selesai BU Paijem, suami nya sudah menyahut
“oh, siap ma!” Pak Sembut dengan cepat menarik CD Bu Paijem. Kontan bu Paijem berteriak semakin kencang!
“no,,,no,,,no,,,no,,,no,,,!”
“lho katanya minta di pepe, lha CD mama basah kuyup gini!”
“oh on,,on,,,on,,,on,,on,,!” mungkin maksud bu Paijem suami nya oon kali ya!
Lima belas menit kemudian dukun beranak sudah datang. Keterlambatan nya bukan karena banyak nya pasien, tetapi si mbah-mbah centil ini sedang mengadakan peresmian cabang baru nya sebagai mak erot. Kata dia, “harus pintar-pintar memanfaatkan peluang! Mengingat banyak sekali para lelaki yang anu nya mini, makanya emak buka cabang!”
Prosesi kelahiran bisa dibilang lancar, walaupun keadaan Bu Paijem sangat kritis. Dia masih merasakan sakit yang sangat di perut nya. Nafas nya juga belum teratur, masih tersenggal-senggal. Yang ada di otak nya hanya gimana menghilangkan rasa sakit pada perut nya.
“ma, anak kita sudah lahir. Laki-laki ma, kasih nama siapa ma?” kata pak Sembut.
Belum juga ada jawaban dari bu Paijem, istri nya. Kemudian pak Sembut kembali berkata
“ma, aku nurut kok. Yang namai mama ajah deh!”
Dengan menahan sakit dan dengan susah payah, Bu Paijem berkata tidak begitu jelas dan tersenggal-senggal
“pe,,,pe,,,pe,,,pe,,pe,,,sa,,sa,,,kit!
“apa ma? Mosok dikasih nama pepe? ” tanya pak Sambut
“pe,,,pe,,,sa,,,sa,,,pe,,pe,,,,s!” semakin lemah kata-kata bu Paijem
“pepes ma? Anak kita di beri nama pepes?” melongo tak percaya
Akhir nya sebagai suami yang menghormati istri nya, dia memutuskan memberi nama Pepe. Alasan bukan pepes yang di pilih nya karena sudah banyak nama pepes di pasaran. Di pasar johar banyak di jual pepes. Bahkan di pasar rekaman juga sudah ada penyanyi bernama pepes. Makanya Pak sembut mantap memilih pepe sebagai nama putra nya.
Kelahiran Pepe meninggalkan begitu banyak duka, karena Bu Paijem menghembuskan nafas terakhir nya setelah stress menghadapi suami nya yang gak mudeng-mudeng apa yang dikatakan nya, Darah tinggi memendam rasa jengkel pada pak Sembut di duga penyebab meninggal nya Bu Paijem, sebenar nya dia hanya mau bilang, “peruuuuutkuuuu saaaaakkkittt,,,,!”
Itulah sejarah nama pepe yang membuat kami anggota gemes tertawa terpingkal-pingkal jika mendengar pepe bercerita sambil menangis. Air mata pepe, mengalir karena mengingat ibu nya yang konon kata orang sangat seksi dan bahenol itu. Sedang kan kami tertawa karena ada aja orang kayak Pak Sembut yang lucu, imut, dan menggemaskan kayak oneng istri bajuri. Wkwkwkwkwkwkwkwwk
Pepe adalah orang yang penakut dan penurut, mengingat masa lalu nya yang penuh drama. Dia selalu dengan suka rela memberi kami hadiah atau bingkisan yang tidak pernah terlupakan di kamar kost kami. Kami sangat jijik dan benci dengan hadiah yang selalu di beri nya. Bagaimana tidak jijik, dia selalu memberi kami bekas iler (air liur yang banyak) yang selalu dia tumpahkan di bantal atau di kasur kami. Benar-benar hobby yang aneh. Selain hobi ngiler dan garuk-garuk di area pantat, Pepe juga hobi molor. Dimana-mana bisa molor, pernah di WC molor sampai lima jam. Yang ngantri WC samapi boker di celana karena tingkah Pepe yang abnormal.
Rasa takut yang berlebihan terhadap mahluk halus atau sejenis nya membuat dia agak sinthing dan kelewat batas. Paranoid ini terkadang kambuh saat suasana terasa sepi atau mencekam. Seperti kejadian di kuburan “surgoneroko” di deket kampus.
Lokasi : Pemakaman umum surgoneroko
Drama ini terjadi pada saat kami menempuh semester tujuh. Nah, di semester ini kami diwajibkan untuk mengadakan penelitian tentang ilmu teknik kimia. Karen memang kami bertiga kuliah di teknik kimia. Tak terkecuali si Pepe, karena ketertarikan nya dengan pisang yang teramat dalam, dia memilih mengambil tema pisang. Judul penelitian nya cukup unik dan akan di lombakan tingkat Internasional. Judul penelitian nya : “Pengaruh Sentuhan Panas terhadap Gaya Pembekakan Pisang.” Dia juga mendapatkan biaya gratis dari dosen-dosen pecinta pisang seperti dirinya. Drama ini bukan tentang pisang! Melainkan yang punya pisang alias Pepe!!
Dalam penelitian, mahasiswa di bebaskan untuk melakukan uju coba 24 jam. Mau malem, siang, magrib, atau subuh pun laboratorium terus stand bay. Waktu itu malam jumat, Pepe merencanakan akan melakukan uji coba daya bengkak pisang. Karena laboratorium sangat ramai dan perlu antri, dia mendapat jadwal pukul 01.00 dini hari. Kekuatiran menjalar di seluruh tubuh Pepe, Paranoidnya kambuh jika harus malam-malam pergi ke kampus.
Tempat kost dan kampus lumayan jauh, yang paling menghawatirkan Pepe adalah dia harus melewati kuburan surgoneroko di malam jumat dini hari. Bulu kudug dan bulu-bulu lain nya Pepe ikut berdiri jika inget keangkeran kuburan itu.
Dari kost bu surti, dia mengendarai honda grand nya berangkat menuju kampus. Karena area kampus Undip banyak tanjakan, dia mengendarai dengan masuk gigi satu. Tepat di kuburan, tiba-tiba motor mogok. Pepe panik. Jantung nya berdetak kencang. Suasana yang sepi dan remang-remang lampu jalanan menambah suasana seram. Dilihat nya kuburan itu, dia merinding. Dia merasa ada yang mengawasi. Dia ketakutan, Tubuh nya bergetar, bibir nya meringis menahan kencing. Air kencing nya sudah hampir keluar. Tapi, berhasil ditahan nya.
Dia mencoba menghidupkan lagi grand pinjaman itu. Tetap belum berhasil. Tiba-tiba Bayangan gelap muncul di depan nya. Dia tidak berani menengok ke belakang. Pandangan nya tetap lurus ke depan. Tes,,tes,,,dua tetes cairan hangat membasahi CD nya. Surat alikhlas di bacanya berulang-ulang, bahkan ayat kursi yang terkenal mampu mengusir mahluk halus pun dia kumandangkan agak keras. Tapi nihil, bayangan hitam itu semakin mendekat. Dengan sisa-sisa keberanian, pepe menghidupkan kembali motor nya. Dan, Alhamdulillah berhasil. Dia langsung meluncur dengan hati lega,,,
Pepe sudah mulai tenang, degup jantung nya mulai normal, terbebas dari mahluk menyeramkan itu. Untuk menghilangkan sedikit rasa takut nya yang masih tersisa, dia mendendangkan lagu. Tetapi dia merasa ada yang tidak beres. Motor nya seperti semakin berat, rasanya ada orang yang memboncengnya di belakang. Jantung nya mulai berdegup kencang lagi. Keringat dingin menetes deras. Dia meyakinkan dugaan nya dengan agak menggeser pantat nya ke belakang, dan “nyess” pantat nya bersentuhan dengan mahluk di belakang nya. Hwwwwa,,,,,ada seeetaaaannnn! Teriak nya tanpa menoleh.
“jangan takut!” suara dari belakang joke mirip susana di film-film
“ii,,,iii,,,yaaa,,,mau loe ape?” jawab Pepe gugup
“aku hanya mau nebeng!” logat yang menyeramkan
“ke,,,ke,,,,ma,,,na,,?” tanya Pepe dengan suara bergetar dengan tetap menjalankan motor
“kampus!” pelan dan panjang seperti imam masjid membaca ayat AlQur’an
“tolong Tuhan!” sambil komat kamit baca ayat kursi.
Ketakutan Pepe sudah tidak tertolong, buakn tetes-tetes lagi air yang keluar dari CD nya, tetapi seperti hujan deras, selain membasahi CD dan celana jins nya, air kencing nya juga membasahi jog motor. Kuantitas air kencing Pepe meningkat drastis karena rasa takut yang membuncah. Tiba-tiba....
“stop,,,stop,,,stop! Kyamu keterlaluan ye! Baju eke jadi basah...basah...basah...! ugh sebel deh!” sambil pukul-pukul punggung Pepe
Pepe masih takut. Di rem motor nya dan grang berhasil dihentikan, tetapi Dia masih tetap komat-kamit membaca sholawat Nabi tetap memandang lurus ke depan.
“heh, gara-gara kyamu, eke jadi bau pesing, udah ah, eke jalan ajah, lagian udah deket kampyus!” sambil turun dari jog belakang motor.”makasyih ya ganteng,,,dya..nek,,!” sambil jalan meninggalkan Pepe
Akhir nya Pepe mencoba memberanikan diri untuk menengok sumber suara! Oh MG, ternyata bencong yang lagi mo mangkal di kampus. Busyet dah! Untung gue kencing, kalo gak bisa ngikut gue ke kampus! Ihhh,,,ngeri!
Pantesan surat ikhlas gak mempan, ayat kursi gak ngefek, Sholawat nabi pun nihil. Ternyata bukan setan, tapi bencong kampus! Nasib-nasib!!
Pengalaman buruk itu sedikit menyembuhkan paranoid pepe terhadap Hantu, tapi timbul penyakit baru buat pepe. Paranoid Bencong Kronis melanda Pepe,,,hadueh kelainan apa lagi ini!!??


0 komentar:
Post a Comment