Ekspansi demi ekspansi dilancarkan oleh gemes. Sie kaderisasi dibentuk, program kerja di rancang, dan semua member punya tugas masing-masing sesuai amanah yang di percayakan. Struktur organisasi gemes pun tiap hari harus di ganti atau di ubah, maklum respon dari mahasiswa semakin positif. Banyak mahasiswa yang mulai tertarik untuk bergabung dalam organisasi ini. Kenyataan ini menunjukkan tingkat kegilaan mahasiswa semakin meningkat atau bisa dibilang korban stress karena praktikum setiap hari, laporan-laporan dan tugas-tugas yang menumpuk, serta test secara audio-visual atau tatap muka dengan dosen berhasil mempengaruhi keadaan psikis mahasiswa. Itulah salah satu tujuan mulia gemes, menampung mahasiswa-mahasiswa yang sudah kritis terjangkit penyakit psikis.
Sie kaderisasi di bawah kekuasaan Baba, berbagai cara termasuk merekrut cewek-cewek kurang perhatian dilakukan nya. Tapi incaran dia kali ini adalah mahasiswa keturunan arab dari pekolongan kota batok. Dengan alat yang sangat canggih (buku biodata angkatan), kami menemukan data penting tentang begi. Menurut penerawangan baba, Begi mempunyai aura mesum yang sangat kuat, dan perlu di kembangkan untuk kemajuan nusa dan bangsa! Kami menemukan buku itu di bagian kemahasiswaan, dengan tenang tangan kami mulai membuka lembaran-lembaran buku biodata mahasiswa itu, kami mulai dengan abjad B. Dan akhir nya menemukan biodata begi.
NAMA : BEGI BIN CUMI-CUMI
ALAMAT : DESA BEGISING IRENG NO. 9, PEKOLONGAN
HOBI : PAKE CELANA BEGI
ARTIS FAVORIT : RENDY BEGI
HEWAN fAVORIT : BEGI COT
MOTTO HIDUP : BEGI NILAH HIDUP, BEGI TU INDAH, BEGI TUPUN AKU, BEGI!
Setelah kami telusuri kebiasaan- kebiasaan begi baik di kost maupun di tempat favorit nya di gubug mak jijay. Kami akhir nya dapat menyusun draft riwayat dan kegilaan begi.
Begi bin Cumi-cumi dilahirkan di lingkungan orang-orang keturunan arab. Yang mengherankan adalah dia berhidung pesek. Memang sungguh aneh, keanehan begi tak hanya itu. Masalah hidung bukan seberapa, menurut tim detektive gemes, dia juga hobi pergi ke terapis alat vital. Bukan nya orang-orang arab biasa nya anu nya sudah gedhe?
Mak jijay adalah terapis begi, emak-emak ini terlihat sangat kece. Di depan rumah nya terpampang nama beken nya, MJ (mak Jijay). Dengan kebaya khas jawa, dan di padu dengan sanggulan rambut yang memesona berlenggak-lenggok bak miss universe, sungguh dukun yang cantik. Itu pendapat kami saat pertama melihat mak jijay, setelah berkenalan dan ngobrol, emak ini emang layak di namai jijay!
Sumpah jijay abis ni emak-emak! Dalam 15 menit berbincang dengan nya sebagai usaha PDKT, bau bangkai terus menyusup di saraf penciuman kami. Bukan bau badan, bukan pula bau mulut, tapi bau kentut! Bunyi kentut nya pun bervariasi, “preketet,,,preketet,,,bruot” terkadang seperti bunyi bedug di masjid “duor,,,duor,,,duor,,,,,,," malah MJ juga mengimprovisasi bunyi kentut nya, "duorrrr,,,,duor,,,,bruuuuuoooot,,,kretek,,,kretek,,,” setelah improvisasi ini banyak angin yang terbuang, jadi kentut MJ hanya hempasan angin saja tanpa disertai suara yang menggelegar, hanya terdengar “pesh,,,pesh,,,” kami biasa menyebut nya “silent kill” bunyi boleh pelan, tapi aromanya sanggup membunuh semua mahluk di radius 1 km.
Sumpah jijay abis ni emak-emak! Dalam 15 menit berbincang dengan nya sebagai usaha PDKT, bau bangkai terus menyusup di saraf penciuman kami. Bukan bau badan, bukan pula bau mulut, tapi bau kentut! Bunyi kentut nya pun bervariasi, “preketet,,,preketet,,,bruot” terkadang seperti bunyi bedug di masjid “duor,,,duor,,,duor,,,,,,," malah MJ juga mengimprovisasi bunyi kentut nya, "duorrrr,,,,duor,,,,bruuuuuoooot,,,kretek,,,kretek,,,” setelah improvisasi ini banyak angin yang terbuang, jadi kentut MJ hanya hempasan angin saja tanpa disertai suara yang menggelegar, hanya terdengar “pesh,,,pesh,,,” kami biasa menyebut nya “silent kill” bunyi boleh pelan, tapi aromanya sanggup membunuh semua mahluk di radius 1 km.
Jika menggunakan ilmu kalkulus tahap lanjut, dalam 15 menit MJ sudah mengeluarkan angin 30 kali, berarti tiap satu detik dia sudah 7,5 kali kentut. Fakta yang mencengangkan. Bilangan setengah menunjukkan flow angin yang keluar sedikit atau hanya “pesh,,,pesh,,,” saja. Jadi di hitung setengah bila di bandingkan output angin yang bersuara menggelegar. Di balik ke-jijay-an MJ, bisnis mak erot yang dijalani nya sejak di bangku SMP ini sudah terkenal dimana-mana. Bahkan omset per hari nya mengalah kan penjual pisang goreng di warung deket kost gue. “Prestasi yang membanggakan mak!” puji gue
Kabar mungil nya alat vital begi akhir nya tersiar sudah, banyak mahasiswi-mahasiswi yang menggosipkan nya, bahkan sempat menjadi top tweet di twitter. Begi semakin tidak Percaya diri. Dia menambah jadwal terapi menjadi 7 kali dalam seminggu. Suatu hari Radio kampus mengundang begi sebagai bintang tamu dalam topik petang “enak nya punya si mini”, tapi dia menolak. Karena memang ada jadwal terapi ke mak jijay. Nah, kami bertiga menawarkan diri untuk menemani begi. Dengan senang hati begi menerima kami. Seperti ada ikatan batin antara kami, Walaupun perasan takut juga melanda kami bertiga jika harus melihat terapi mak jijay itu! Namun, rasa penasaran kami berhasil mengalahkan ketakutan kami.
Lokasi : Rumah Karya Vital (terapi alat vital) jalan hush hush selatan
Kami berempat meluncur ke lokasi tujuan, rumah mak Jijay. Dengan kece seperti anggota power ranger kami mengetuk rumah tua itu. Akhir nya kami di sambut dengan ramah oleh MJ, dan bonus yang tak pernah kami lupakan : kentut super duper keras! “brruuuuuuuoooooottt!!” gue, pepe, dan baba seketika menutup hidung. Tapi, Begi tidak. Dia malah menghirup dalam-dalam aroma bangkai itu. Dengan muka penuh nafsu dia terus mengambil nafas panjang seolah tidak ingin kehilangan sedikit pun sensasi bau kentut MJ ini. Seperti terhipnotis, begi ketagihan dan merasa melayang penuh kebahagiaan. “Hadueh, kelainan apa lagi ini pe?” tanya baba
“ayo, silakan masuk!” kata MJ
“thanks mak.” Jawab Pepe
“kamu yang mau di terapi ya?” sambil menunjuk Pepe. Seakan tahu ukuran alat vital siapa yang paling kecil
Kami semua memandang Pepe, curiga akan prediksi MJ. Kalo begi ajah dah kecil banget, apa lagi punya pepe, yang kata MJ lebih kecil? Pikiran kami berempat menerawang
“ini mak, begi!” kata pepe cepat sambil mendorong begi ke depan
“begini anak muda,” MJ mulai menjelaskan, “aku telah mendapatkan wangsit dari guru ku, MD bukan melinda dee tapi Mak Dasep. Kata beliau ada mantra baru untuk memperbesar alat vital kalian. Bukan aku ingin menjadikan kalian kelinci percobaan, tapi hasil dari mantra ini telah di teliti oleh MD berabad-abad lalu. Hasil nya pun ruarrr biasa!”
“bener mak? Bisa gedhe? Mang segedhe apa mak?” tanya begi antusias
“tergantung permintaan,” jawab MJ
“segedhe golok?” tanya gue
“bisa!” jawab MJ enteng
Pepe gak mau kalah, “segedhe kentongan?”
“gampang!” lagi-lagi jawab MJ santai, “jadi gimana? Mau?”
“siap mak!” jawab begi tegas
Mj mulai memepersiapkan ritual pembesaran alat vital begi. Tidak ada minyak urut, atau pun semacam ramuan. Hanya contekan mantra dari guru MD yang dia pegang. Begi duduk bersila dihadapan MJ, sedangkan gue, pepe, dan Baba dengan perut keroncongan pergi ke luar mencari makan. Perut kami berempat benar-benar lapar, karena belum sempat sarapan.
Emang kalo orang baik selalu beruntung, baru mau keluar tukang mie ayam gerobak lewat. Pepe memanggil nya. Kami pesan empat, karena satu buat begi yang pasti sama lapar nya. Kami membawa empat mangkok mie ayam ke dalam rumah.
Terapi di mulai. MJ dan begi menutup mata. Walaupun Mj kadang melirik catatan mantra di kertas yang di genggam nya.
“ingat, begi! Saat aku menyebutkan mantra-mantra ku, bayangkanlah suatu benda. Dimana ukuran benda itu akan menjadi ukuran alat vital mu! Mengerti!” kata MJ menjelaskan
“mengerti mak!” jawab begi tegas
Kami tak peduli dengan terapi begi, perhatian kami bertiga hanya mie ayam yang terlihat menari-nari lezat di hadapan kami. Kami dengan santai makan dan saling berbincang tentang kelezatan mie ayam ini.
“sruuuuup! Ah,,,” suara mulut baba menyeruput mie
“mantap kali mie ini!” kata Pepe
“huh,,,sedap, kuah yang kental, rasa yang pas, dan sambal nya mantap! Perfecto!” sura gue keras
“woi begi, cepet! Mie ayam loe dah nunggu ne!” teriak Baba
Begi tak mampu berkonsentrasi, rasa lapar yang tak tertahankan mengganggu pikiran nya. Apa lagi mendengar obrolan kami ber tiga tentang lezat nya mie ayam. Dia benar-benar sudah larut dengan pikiran nya sendiri seakan lupa bahwa mantra telah diucapkan MJ.
“ratu barata nekto,,,ireng gedhi gilani,,,,”
“ratu barata nekto,,,ireng gedhi gilani,,,”
“ratu barata nekto,,,ireng gedhi gilani,,,”
“hush,,,hush,,hush,,”
mantra-mantra telah selesai diucapkan MJ, lalu dia membuka mata dan berkata,
“sudah, anak muda. Tengoklah alat vital mu sekarang!”
“baik mak!” jawab begi gembira sambil ke WC belakang rumah
Kami bertiga hanya menunggu respon dari begi. Gak mungkin kami ikut menyaksikan perubahan alat vital nya. Kami hanya ikut mendoakan semoga hasil nya ok dan tidak terlalu besar seperti kentongan.
“kira-kira apa ya, yang di pikirkan begi saat mantra diucapkan?” tanya pepe
“meneketehe! kentongan kali?!” jawab gue
“wah, bisa disangka kanker tuh!” baba menimpali
“wkwkwkwkwkwk” kami bertiga tertawa lepas
Belum puas kami bertiga tertawa, kami dikejutkan dengan suara teriakan dari belakang.
”suara begi! wah bener kegedhean ni!” terka gue
Kami langsung menuju TKP, dan melihat begi pingsan terlentang di lantai WC. Kami bingung dan panik. Kami mencoba mengangkat tubuh begi. Saat kami mulai mengangkat. Kami melihat seperti ada mie yang menggelantung di celana begi. Kami pun memeriksanya. Dan begitu kaget nya kami melihat Alat vital begi berukuran sebesar ukuran mie. Oh.... my god!!
Kami bertiga pun ikut pingsan..



0 komentar:
Post a Comment