debu ini menutup permukaan hatiku. partikel kecilnya yang bebas bergerak mengisi pori yang tersisa. semua rongga tertutup, hingga terasa pengap dan panas. warna gelap kini mendominasi, pertanda tidak ada cahaya yang menerangi. semua terpantul, tidak ada yang terserap sedikit pun, kalau pun ada akan terbentuk belokan seperti terbias dalam organ yang tidak rata. menyedihkan,,,
teori kuantum tidak mampu menjelaskan aliran fluida darahku yang semakin panas dan kotor. bukan karena sel yang terlalu kecil dan mikroskopis, namun tingkat kekeruhan yang di ambang wajar. lorong dan labirin yang dilalui setiap detik menyempit dan penuh sesak. benda-benda asing ini mengganggu aliran tiap sel eritrosit ku. semua gugur belum saatnya, melepas masa mudanya yang belum lama. lemah dan terkulai,,,
musim itu telah berlalu, takdir yang menggema menunjukkan kuasa, aku hanya diam. karena ini memang bukan milikku lagi. senyum itu lenyap tinggal air mata. detak jantung yang semakin cepat, muka yang membiru dan tinggal menunggu waktu. tapi, bukankah badai pasti berlalu?
yeah, aku percaya! badai pasti berlalu,,,
#semangat!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


2 komentar:
hi,my deaar friend
thank you for your a nice doing...
Hi ashraf, sorry, if my english is not good,
and my writer using bahasa Indonesia, if i can translate my writer use your language, must be you know my heart said,,,,
thanks friend!
Post a Comment