Baba
Pejantan yang satu ini adalah cowok yang paling gokil. Bener-bener agak sinting. Kalo ada alat untuk ngukur kekenthiran manusia, pasti baba meraih level yang sudah tak termaafkan. Alias tak tertolong, tetapi dengan pendirian yang kuat dan sekokoh baja, apapun kata orang tentang dia, berapapun anjing yang mengeong menyebut namanya khafilah tetap berenang! Semangat dan jiwa patriotisme terhadap diri dan almamater nya (gemes)inilah yang perlu di contoh generasi muda sekarang.
Fisik Baba gak setampan dan se keren gue, tapi Baba mampu meraup gadis-gadis cantik di kampus. Analisis gue, pasti dia main guna-guna. Baba, memang suka dengan alam gaib dan supranatural. Hal ini perlu di curigai, barangkali dia melakukan aksi pelet terhadap cewek? Sapa tahu!
Secara logika, mana ada cewek yang mau deket ma tampang yang gak jelas kayak baba. Sealin tampang yang kurang mendukung, kekurangan baba juga pada tubuh nya yang langsing, efek slimming tea yang menjadi minuman favorit nya itu menggrogoti daging yang emang udah tipis dari lahir. Sangat memilukan hati penampilan baba. Weit, jangan under estimate ma baba dulu!! Akan gue tunjukkin fakta-fakta positif yang menghebohkan dari diri baba.
Mahluk paling cerdas
Diakui atau tidak baba adalah anggota gemes tercerdas, bahkan satu kampus pun mengakui kecerdasan dan kelihaian dia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen. Baba, juga termasuk mahasiswa cumlauder alias IPK lebih dari 3,5 dan lulus dengan predikat tercepat. Wah, terlalu dini nih! Perlu obat kuat kayaknya. Hahahahahahaha
Orang paling wangi
Ini yang paling menjengkelkan gue, Dibuat pusing kepala gue kalo deket-deket dia. Bau baba yang wangi seperti dari kuburan ini sungguh mengundang banyak penggemar. Mulai dari pocong, kuntil manak, wewe, dan temen-temen nya. Gimana gak, bau wangi kemenyan selalu lengket di tubuh baba. Saking penasaran nya, gue cek dan ricek parfum apa yang dia pake, ternyata bener dugaan gue, “che-menyanz parfume”. Kata dia sih parfum impor dari nenek moyang nya yang di arab, tapi menurut gue racikan nya dia sendiri. Ngaku-ngaku impor!
Masalah besar yang baba alami bukan seperti gue, masalah cewek. Tetapi duit. Berbagai cara telah dia coba buat menghasilkan duit. Jual parfum sudah di lakoni nya sejak SMA, tapi gak pernah laku. Bahkan jual diri pun juga sempet di cobanya, tapi rugi katanya. Akhirnya baba putuskan untuk mencoba ide gila nya. “mencari pesugihan”. Dia mulai membuka address book milik nenek nya dulu, kata Baba, nenek nya punya banyak kenalan orang sakti. Akhir nya dia memilih satu nama : Mak Brobot-padepokan mantili nyengir. Bukan salah satu mak erot lho, mak Brobot adalah dukun spesialis harta, nah mak brobot bakal membantu menyelesaikan masalah baba. Semoga!
Lokasi : gubuk mak Brobot, padepokan mantili nyengir.
Kami bertiga, Gue, Pepe, dan Baba dengan gagah berani mengunjungi kediaman mak Brobot di padepokan mantili nyengir. Nama padepokan ini berasal dari nama guru mak brobot, mak ntili. Karena lidah orang jawa agak susah menyebut mak ntili, maka orang-orang lantas menyebut mantili.
Padepokan mantili nyengir terlihat angker dan serem. Banyak pohon bambu di dalam padepokan. Bau kemenyan tercium dimana-mana. gue merasa takut dengan suasana yang mencekam ini, benar-benar misterius. Belum selesai gue merasakan atmosfer ketakutan ini, sayup-sayup terdenger alunan musik hip-hop. Kami mengikuti sumber suara dan semakin mendekat. Busyet, terlihat warga padepokan mantili pada asyik ajojingan di rumah mewah dengan mobil-mobil berjejer parkir di garasi. Gerbang dan pintu memang sengaja di buka, rumah lantai tiga ini di lengkapi dengan eskalator, di depan rumah itu terpampang papan nama : “mak Brobot, Ahli pasugihan,” dengan foto yang dilengkapi akun fb dan twitter nya. “Dukun akhir zaman.” Batin gue.
Semua warga padepokan manggut-manggut mengikuti irama musik yang nge beat. Mata gue tertuju pada DJ yang asyik menggoyang-goyangkan kepala dan kepingan CD sambil membenarkan kemben yang kadang mlorot di sekitar dada. “Wow! Itu mak Brobot! “ teriak gue sambil menunjuk DJ itu. Gue bisa tahu kalau dia mak brobot karena di bagian atas dada yang mulai kendor dan keriput itu tertulis tato “Miss B”. Pasti Miss Brobot, terka gue.
Setelah selesai ikut ajojingan bareng warga padepokan dalam rangka pesta ulang tahun mak Brobot yang ke 105 tahun dan kenyang dengan dada mak brobot yang mulai kisut, akhir nya mak brobot mempersilakan kami bertiga masuk ke ruang kerjanya di lantai tiga. Dengan eskalator kami naik, dan sampai pada suatu ruang kerja yang elegan namun sedikit menyeramkan. Kami duduk lesehan di karpet merah.
“apa keperluan kalian kemari,” tanya mak brobot
“mak, gue mo kaya mak!” jawab baba cepat
“kayak apa? Kayak monyet atau kayak setan?” kata mak brobot serius
“kaya mbah bukan kayak! mang rada budek ni mak-mak ” kata gue sedikit emosi
“oh,,” sambil manggut-manggut
“syarat yang perlu kalian lakukan adalah, baca mantra yang nanti saya beri. Dibaca di alam terbuka pada malam hari tepat pukul 00.00, jangan lupa sediakan kemenyan dan lakukan di malam jum’at.” Sambil menuliskan mantra, “paham, kalian?”
“paham!!” suara kami bertiga kompak
“kalian gak usah bayar emak!” kata mak Brobot dengan memberikan mantra yang barusan ditulis nya
“alhamdulillah, maksih mak!” jawab gue semangat menerima secarik kertas mantra
“tapi, sebagai ganti nya kalian cium bibir emak satu-satu!” dengan mupeng,”kan ini ultah emak!”
Kami saling pandang dan bingung, ngelihat bibir mak Brobot yang penuh dengan daun sirih berwarna merah membuat hati ini gak tega. Rasa mual mulai menjalar di perut kami, tetapi tidak untuk Pepe, Dia terlihat antusias menyambut tawaran mak Brobot. Lagi ngigo kali ya, pepe. Sumpah mending gue kaburr, daripada harus mencium ni emak-emak. Gue teriak keras sebagai kode buat lari!
“kaaaaaabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!”
Kami bertiga langsung kabur dari ruang kerja mak Brobok, melaju ke lantai satu dan keluar. Hush,,,hampir saja! Waw, Pepe ketinggalan, haduh!
Lokasi : ladang singkong belakang kost
gue dan Pepe sepakat gak ikutan proses mistik yang di ajarkan mak Brorbot. Kami berdua lebih baik nonton film dari pada harus nonton tuyul atau pocong. Hiiii....ogah pokoknya!
Akhirnya baba meluncurkan aksi nya sendirian di belakang kost, tepat nya ladang singkong milik bu kost. Dengan peralatan yang sudah lengkap, Baba mulai membuka secarik kertas mantra dari mak Brobot. Dengan perlahan ia buka, kertas itu bertuliskan : “chayya,,,chayya,,chayya,,chayya,,,”
bau kemenyan sudah tercium di seluruh ladang, dengan bersila dan memejam kan mata, Baba mulai membaca mantra. “chayya,,,chayya,,chayya,,chayya,,,” dengan sedikit improvisasi Baba menggunakan nada lagu india yang sedang populer sekarang, “chayya,,,chayya,,chayya,,chayya,,,oh chayya,,,chayya,,chayya,,chayya,,,” setengah jam mulut baba terus mengucapkan mantra sambil menggoyang-goyangkan kepala nya dengan asyik. Tiba-tiba, angin semakin kencang, hawa dingin mulai menusuk sum-sum tulang. Seperti ada yang datang. Dan benar, Sesosok bayangan hitam legam mendekati baba,
“khi,,,khi,,,khi,,,hwok! Khi,,,khi,,,khi,,,hwok!” suara mahluk itu tertawa aneh
Di depan baba sudah berdiri mahluk yang menyeramkan, seperti mak lampir, namun dengan kostum sari ala india. Bahkan pusar nya yang terlihat ada belatung yang menempel, menjijikan. Rambut yang kotor dan sedikit keriting menunjukkan teknologi rebonding di alam mahluk ini belum ada. Gigi yang hitam dan sedikit kuning, dengan PD selalu dia perlihatkan karena tak berhenti tertawa. Rasanya baba ingin muntah!
“apa mau mu anak muda!” tanya mahluk itu
“gue mau uang, gue mau harta melimpah.” Jawab baba lantang
“khi,,,khi,,,khi,,,hwok! Khi,,,khi,,,khi,,,hwok!” tertawa keras, “semua akan ku kabulkan! Asal,,,,”
“asal apa?” tanya baba resah
“zinai aku!” dengan gaya bak pemain film panas
“what? Ngaca dong loe nenek lampir! Kita tuh gak level! Gue cakep, le kayak lampirr!” sambil lari kebirit ke kost Baba teriak, “sorry lah yau!”
“khi,,,khi,,,khi,,,hwok! Khi,,,khi,,,khi,,,hwok! Kurang ajar kau anak cungkring”
Suara tawa mahluk itu terdengar menghilang perlahan-lahan bersama dengan Baba yang terengah-engah di depan kost. Ide gila mau kaya secara instan gak bakal lagi di otak Baba.
Rasa mual kembali melanda perut Baba ketika bayangan bibir mak Brobot yang penuh daun sirih dan mahluk mirip mak lampir melambai-lambai penuh nafsu mendekati nya. Pengalaman yang gak bakal baba lupa!
Itulah sepenggal kisah baba, masih ada pepe!!
Tetep di gemes!

0 komentar:
Post a Comment