Tema : Jendela
Tuhan, inilah kata hatiku yang selama ini kupendam. Sebuah sabda hati yang ingin kusampaikan atas dasar diriku sebagi mahluk-Mu, yang tak punya kemampuan apa-apa untuk mengubah takdir hidupku.
Tuhan, aku tahu diri! Aku adalah pendosa yang selalu mengabaikan perintah-Mu! Yang selalu mengeluh, mengeluh dan mengeluh! Maafkan aku, Tuhan. Jika Rasa syukur begitu jauh dari hatiku. Aku merasa begitu kalah dengan diriku sendiri, dengan cobaan yang Engkau beri ini...
Aku masih teringat masa-masa dulu, Tuhan. Ketika masih kau amanahkan kesehatan itu padaku. Kau jadikan tiap pergeseran waktuku adalah sebuah moment yang begitu berharga. Ketika tawa itu, kebersamaan itu, dan kebahagiaan-kebahagiaan yang tak sanggup kuhitung satu persatu menghiasi hidupku. Terimakasih Tuhan, aku tak akan pernah melupakan semuanya, akan kuukir semua itu dalam hatiku dengan tinta bernama kenangan.
Tuhan, jendela yang dulu selalu terbuka, yang tak henti memberikan udara dalam ruang hidupku, kini kurasakan telah tertutup rapat. Aku merasa Gelap dan pengap! Aku kesakitan, tak sanggup bernafas! Hanya mampu merengkuh sendiri dengan semua mimpi yang telah terkapar di bawah kakiku sendiri.
Hanya detak jantung inilah yang masih Kau beri, yang setiap waktu selalu kusyukuri. Meskipun, aku tak tahu kapan dia dapat bertahan lagi. Bukankah, hanya menghitung waktu saja, Tuhan? Entahlah, hanya Engkau yang tahu.
Tuhan, ketika waktu itu telah tiba, kirimkanlah malaikat-Mu yang ramah, yang tersenyum indah saat detik-detik perpisahanku dengan orang-orang yang kucintai .....
Kumohon Tuhan!!
Tuhan, terkadang aku tersenyum, mendengar begitu banyak keluhan dari mereka, yang dimataku adalah mahluk sempurna, dengan Jantung yang sempurna dan ginjal yang sempurna. Aku juga hanya bisa tersenyum, melihat orang yang selalu merasa kurang, padahal mereka tak pernah merasakan sulitnya bernafas, tak harus merasakan tusukan jarum berkali-kali, dan mereka juga bebas minum seberapa banyak yang mereka ingini...
Kini, aku mengerti Tuhan. Ternyata aku salah! Aku tak perlu menjadi orang yang kalah, aku juga tak harus merasa lemah. Aku adalah pemenang! Yeah, aku akan menang! Melawan penyakitku ini dengan kesabaran dan rasa syukur!
Bukankah jendela yang telah tertutup dapat dibuka kembali???
#15harimenulisdiblog
@hurufkecil

0 komentar:
Post a Comment